Kabar Otomotif – Perkembangan teknologi di bagian automotif telah merambah pada model pengendalian kendaraan. Sekarang ini kendaraan otonom atau dapat berjalan tanpa sopir telah dikembangkan banyak perusahaan. Tetapi ada juga kendaraan yang dikendalikan oleh pikiran manusia.
Produsen automotif Jerman, Opel, berikan peluang pada pengunjung Paris Motor Show 2016 untuk menjajal mengatur kendaraan memakai pikirannya. Tetapi pengujian masih terbatas, yaitu masyarakat duduk diluar kendaraan lalu lihat pergerakan mobil dari jarak beberapa meter. Mobil yang dipakai yaitu Opel Astra.
Mereka memakai alat di kepala headband terbuat berbahan plastik. Kendalinya juga masih begitu terbatas, yaitu menyalakan mesin, menjalankan lampu pada kabin yakni merubah dari merah ke orange lalu ke hijau.
Cara kerjanya, satu sensor yang ada di headband memantau gelombang beta pada kepala pemakai, seperti electroencephalogram (EEC). Gelombang beta yang di tangkap sensor lalu dilanjutkan oleh headband ke kendaraan lewat penghubung Bluetooth. Demikian sensor menangkap mesin menyala jadi kunci kontak langsung bereaksi menyalakan mobil.
Tetapi jangan sampai khawatir, sensor tidak akan membaca pikiran pemakai headband secara kompleks. Alat itu tak dapat membaca pikiran manusia. Tetapi perangkat dari mobil bakal berkerja berdasar pada hal-hal tertentu yang kita pikirkan.
“Ini cuma hiburan. Kami ingin menunjukkan satu teknologi konektivitas kendaraan. Kami tak mengharapkan suatu hal seperti di alam impian. Ini merupakan pengetahuan yang dapat kami untuk ke masyarakat,” ungkap Gregoire Vitry, brand produduct communications manager Opel, seperti diambil dari BBC.
Ia memberi tambahan teknologi ini sesungguhnya adalah pengembangan dari penelitian serta pengembangan di bagian industri medis.
Pada pembukaan Piala Dunia Brasil pada 2014, seorang lumpuh bernama Juliano Pinto dapat bergerak menendang bola dengan memakai alat pengontrol gerakan rangka buatan seperti robot. Pria berumur 29 tahun itu memakai topi yang fungsinya seperti headband. Topi itu dapat memantau sinyal pada otak lalu merelainya ke komputer. Komputer itu lalu kirim perintah ke baju robot yang lalu dapat menggerakkan kaki hingga Pinto dapat berjalan.
Tetapi sekarang ini Opel belum merencanakan mengembangkan teknologi ini.
Kendaraan yang dapat melaju dengan dikendalikan pikiran manusia terlebih dulu juga telah pernah dikembangkan MoneySuperMarket memakai produk BMW i3. Selain itu para peneliti di Universitas Nankai, China, juga lakukan hal sama pada mobil lokal.
